07 Oktober, 2007

BANI ABBAS (Kemajuan, Kemunduran dan Kehancuran)

Berdirinya kekuasaan dinasti Bani Abbas menandai berakhirnya kekuasaan Bani Umayyah yang telah berkuasa kurang lebih 90 tahun. Babak baru sejarah peradaban Islam diawali dengan hadirnya kekuasaan dinasti Abbas yang didirikan oleh Abdullah al-Saffah ibn Muhammad ibn Ali ibn Abdillah ibn Abbas. Kekuasaannya berlangsung dalam rentang waktu yang relatif panjang dari tahun 132 H/750 M sampai 656 H/1258 M.
Proses peralihan dari Bani Umayyah ke Bani Abbasiyah mempunyai arti yang lebih tinggi daripada sekedar perubahan dinasti semata. Bahkan realitas sejarah ini merupakan revolusi sejarah dalam Islam, sebuah titik balik yang sama pentingnya dengan revolusi Prancis atau Rusia dalam sejarah Barat. Revolusi ini menunjukkan bukan hanya sekedar penggulingan kekuasaan, melainkan pula bahwa makna yang terkandung pada kudeta yang terinspirasi atau terilhami oleh penyimpangan kekuasaan, yang mencerminkan dan mengungkapkan ketidakpuasaan terhadap pemerintahan sebelumnya.

Pemerintahan daulah Abbasiyah menurut Ahmad Syalabi dibagi menjadi tiga periode : periode pertama tahun 132-232 H (750-847 M); periode kedua tahun 232- 590 H (847-1194 M); periode ketiga tahun 590-656 H (1194-1258 M). Pengklasifikasian tersebut didasarkan pada masa kekuasaan. Pada periode pertama kekuasaan para khalifah Abbasiyah berkuasa penuh, yaitu pengaruh Persia. Periode kedua kekuasaan berada pada pihak orang lain, yaitu adanya pengaruh Turki (dinasti Bani Seljuk). Pada periode ketiga kekuasaan kembali ke Abbasiyah tetapi hanya sekitar Bagdad saja.
Pada pemerintahan Harun ar-Rasyid tahun 170-193 H (786-809 M), dan pada masa pemerintahan Abu Ja’far Abdullah al-Makmun tahun 198-218 H (813-833 M). Bani Abbasiyah mengalami kemajuan dan mencapai masa keemasannya. Secara politis para khalifah betul-betul tokoh yang kuat dan merupakan pusat kekuasaan politik dan agama sekaligus. Di sisi lain, kemakmuran masyarakat mencapai tingkat tertinggi. Periode ini juga berhasil menyiapkan landasan bagi perkembangan ilmu agama, filsafat, pendidikan dan sains dalam Islam.
Dalam perkembangan daulah Bani Abbasiyah yang cukup panjang, akhirnya pada pemerintahan khalifah Abu Ahmad Abdullah al-Musta’shim (218-227 H/833-842 M) mengalami kemunduran dan kehancuran sehingga berakhir pulalah pemerintahan Bani Abbasiyah.

Download makalah lengkapnya...
Reactions:

0 comments:

Posting Komentar

Silahkan titip komentar anda..