15 November, 2007

ISLAM DI SPANYOL (Ilmu Pengetahuan Dan Pendidikan)

Filsafat
Keberadaan Islam di Spanyol telah menyimpan sebuah lembaran peradaban yang sangat monumental dalam bentangan sejarah Islam. Ia berperan sebagai “jembatan penyeberangan” yang dilalui ilmu pengetahuan Yunani – Arab ke Eropa pada abad XII, minat terhadap filsafat mulai dikembangkan pada abad IX M masa pemerintahan Bani Umayyah ke lima, Muhammad bin Abdul Rahman (832 – 866 M) . Atas inisiatif al-Hakam (961 – 976 M), karya-karya ilmiah dan filsafat diimpor dari Timur dalam jumlah besar.
Tokoh lainnya adalah Ibnu Tufaih (1105 – 1185) penduduk asli Wadi Asy sebuah dusun kecil disebelah timur Granoda, ia banyak menulis masalah kedokteran, astronomi dan filsafat, karya filsafatnya yang cukup unik karena dipaparkan dalam bentuk roman berjudul Hayy bin Yagzan yang telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, kisah ini ditulisnya sebagai jawaban atas permintaan seorang kawan yang ingin mengetahui “hikmah ketimuran”. Jawaban diberikan dalam wujud pemaparan rahasia-rahasia hikmah ketimuran (masyagiyyah) yang disimpul dari ungkapan mutiara Ibnu Sina.

Pada penghujung abad XII M, muncul seorang filosof Islam terbesar dalam sejarah pemikiran filsafat Islam, ia bernama Ibn Rusyd yang dilahirkan di Cordova tahun 1126 M dengan nama lengkap Abu al-Wallid Muhammad Ibnu Ahmad Ibn Muhammad Ibnu Ahmad Ibnu Rusyd. Di Eropa ia dikenal dengan nama Averros. Ibnu Rusyd dibesarkan dalam keluarga terhormat, kakak dan ayahnya pernah menjabat sebagai hakim agung di Cordova dan meninggalkan sejumlah karya ilmiah yang berpengaruh di Spanyol. Maka tidak mengherankan jika ia kelak tampil meneruskan kebesaran nama keluarganya dibidang ilmu dan filsafat. Lebih dari itu Ibnu Rusyd dianggap sebagai puncak kebesaran Islam di dalam sejarah.
Bidang filsafat adalah capaian pemikirannya yang tertinggi dan sebagai filosoflah Ibn Rusyd mengukir namanya dalam sejarah. Oleh kebangkitan penulis filsafat, ia dijuluki filosof muslim Barat terbesar, dapat dikatakan bahwa hakekat Averroisme sebenarnya adalah pikiran-pikiran rasional filosofis dari Ibnu Rusyd yang berkembang di Eropa.

Sains dan Teknologi
Dalam bidang Sains dan Teknologi, Spanyol Islam telah mencatat kemajuan yang sangat menakjubkan, ilmu-ilmu kedokteran, musik, matematika, astronomi, kimia dan berbagai bidang ilmu lainnya berkembang dengan baik. Abbas Ibnu Farnas adalah orang yang pertama menemukan pembuatan kaca dari baru. Dalam bidang astronomi telah melahirkan seorang tokoh yang terkenal adalah Ibrahim Ibn Yahya al-Naqqash, ia adalah ilmuan pertama yang dapat menentukan terjadinya gerhana matahari, ia juga berhasil membuat teropong modern yang dapat menentukan jarak antara tata surya dan bintang-bintang.
Bidang ilmu sejarah dan geografi, wilayah Islam bagaian Barat telah banyak melahirkan pemikiran terkenal, Ibnu Jubair dari Valencia menulis tentang negeri-negeri muslim Mediterania dan Sicilia. Ibn al-Khatib menyusun riwayat Granada, sedangkan Ibnu Khaldun dari Tunis adalah perumus filsafat sejarah. Semua sejarawan di atas bertempat tinggal di Spanyol, kemudian pindah ke Afrika. Itulah diantara tokoh yang telah memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan Sains dan Teknologi di Spanyol.

Seni dan Sastra
Pada sisi kosmopolitan, Syria merupakan despresi utama dari peradaban Islam Spanyol. Pada dasarnya Syria Spanyol didasarkan pada model-model syair Arab yang membangkitkan semangat prajurit dan interest faksional para penakluk Arab. Dalam bidang seni dan sastra Spanyol mencapai kecemerlangan dengan melahirkan seorang pujangga dan sekaligus penyanyi yaitu al-Hasan Ibn Mafi yang dijuluki Zaryab, setiap diselenggarakan pertemuan Zaryab selalu tampil mempertunjukkan kebolehannya.
Beberapa bentuk Syair yang khas Spanyol mengalami perkembangan. Sujumlah pujangga baru mengembangkan lirik Arab dan terkadang sebuah kharaj dalam dialek bahasa Romawi dan model sintesis antara beberapa bait bahasa Arab dan bahasa Romawi, bait yang berbahasa Arab tersebut biasanya merupakan sajak cinta, bertemakan prihal kehidupan utama. Ketika seorang penyair memulai dalam bahasa Arab, maka sistem kandungannya prosodi (model persajakan) yang bersifat silabis.
Aktivitas kesasteraan lainnya juga berkembang di bawah dukungan khalifah. Beberapa ilmuan filologi berpindah ke Spanyol sehingga sejumlah perpustakaan kerajaan berkembang pesat. Ilmu tata bahasa dalam gaya timur merupakan karya pertama dalam bahasa Spanyol oleh Ibnu Abdul Rabbih. Arsitektur kekhalifahan yang meliputi arsitektur masjid, istana dan tempat permandian umum juga diilhami model arsitektur bangsa Timur. Masjid Agung Cordova dengan arsitektur yang indah, dengan dimasukkannya beberapa unsur Visigotiok dan Romawi ke dalam desain arsitektur muslim.
Masjid Cordova tersebut antara 961-966 M diperindah oleh para pekerja mozait, yang memberinya sebuah interior yang indah dan menakjubkan, seperti halnya masjid Damaskus, masjid Cordova merupakan lambang perpaduan antara arsitektur lama dengan unsur-unsur peradaban muslim Spanyol. Pada abad X, khalifah juga membangun sebuah kota kerajaan yakni Madinat al-Zahrah, sebuah kota yang dihiasi dengan berbagai istana, pancuran air, pertamanan yang megah yang menandingi keindahan kompleks istana Bagdad.

Hukum
Kemajuan di bidang hukum sangat dimungkinkan karena dukungan penguasa dan masyarakat muslim Spanyol. Islam Spanyol beraliran Sunni dan bermazhab Maliki yang pertama kali diperkenalkan oleh Ziyad bin Abdul Rahman al-Lakhmi Mazhab Maliki tetap bertahan sebagai identitas keagamaan yang utama bagi muslim Spanyol. Meskipun pengaruh pemikiran Mu’tazilah, pemikiran Neo-Platonik, Syi’ah dan pemikiran Sufi dicoba diperkenalkan oleh Muhammad bin Musarra. Namun demikian beberapa ulama hukum menghambat ekspresi publik terhadap kecendrungan mistikal itu.
Perkembangan bidang hukum selanjutnya dilakukan oleh Ibnu Yahya yang menjadi qodi’ pada masa Hisyam bin Abdul Rahman. Ahli-ahli hukum lainnya adalah Abu Bakar al-Qutiyah yang juga dikenal sebagai seorang sejarawan, Ibn Hazm penulis buku al-Ihkam fi Ushul al-Ahkam yang bermazhab Maliki. Juga terdapat Usman bin Abi Said al-Kunani dan Ahmad bin Abdul Wahab bin Yunus yang bermazhab Syafi’i serta Munzir bin Said al-Baluti yang bermazhab Zahiri. Meskipun banyak mazhab hukum yang berkembang tetapi suasana demokratis diantara tokoh-tokoh mazhab tersebut terjalin dengan baik.
Pada pemerintahan Abdul Rahman III stabilitas negara Spanyol menjadi baik, ia berhasil menjadikan negara Spanyol sebagai pusat peradaban Eropa dan menjadi salah satu pusat peradaban Eropa dan menjadi salah satu pusat peradaban terbesar di dunia di samping Konstantinopel dan Bagdad sehingga Cordova dijuluki sebagai mutiara dunia.
Pada periode ini umat Islam Spanyol memproleh kemajuan-kemajuan baik dalam bidang politik maupun dalam bidang peradaban, serta kehidupan intelektual terus berkembang.

Download lengkapnya...


Artikel Terkait:

Reactions:

0 comments :

Poskan Komentar

Silahkan titip komentar anda..

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Web Hosting Coupons