13 November, 2007

ISLAM SEBAGAI ADIKUASA DUNIA (Faktor-Faktor Penyokong )

Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dijelaskan bahwa Negara adikuasa adalah negara yang mempunyai kekuatan yang amat besar atau negara yang amat kuat berkuasa atau Badan pemerintahan Internasional yang mampu memaksa kehendaknya di antara negara-negara yang kuat.

Berdasarkan pengertian di atas maka dapat dipahami bahwa negara adikuasa adalah negara yang mempunyai wilayah kekuasan dan pengaruh yang sangat besar. Misalnya negara Amerika Serikat merupakan negara adikuasa pada saat ini, namun sebelum negara-negara Eropa dan Amerika mengambil alih adikuasa dunia, Islam pernah menjadi adikuasa dunia tepatnya pada pemerintahan Abbasiyah. Dan inilah yang akan menjadi fokus pembahasan dalam makalah ini yaitu “Islam Sebagai Adikuasa Dunia”
Sebelum membahas Islam sebagai adikuasa dunia, maka terlebih dahulu akan dibahas tentang negara adikuasa sebelum Islam.

Negara Adikuasa Sebelum Islam
Sebelum Islam datang wilayah sekitar semenanjung Arabia dilatarbelakangi oleh dua imperium, yaitu imperium Romawi timur dengan ibu kota Bizantium di Eropa timur dan imperium Persia di Asia barat. Imperium Romawi timur yang dikenal dengan nama Imperium Bizantium memerintah bagian selatan Eropa meliputi Balkan, Anatolia, Syria bagian utara, Mesopotamia, Mesir, Afrika Utara, Palestina, Turki, dan Asia kecil dan sebahagian kecil Eropa. Dan imperium Persia meliputi Iraq, Iran dan sejauh sungai Oxus. Kedua imperium tersebut adalah adikuasa dunia sebelum Islam lahir.
Hubungan antara imperium Bizantium dan imperium Persia adalah hubungan revalitas, yaitu peperangan demi peperangan terjadi antara keduanya sehingga rakyat di kedua wilayah imperium itu mengalami penderitaan yang berkepanjangan. Maka wajar jika pada akhirnya mereka merindukan kedatangan pasukan Islam yang dapat menengahi atau bahkan menggantikan kekuasaan yang ada pada saat itu.
Demikianlah peperangan berjalan terus antara dua imperium atau adikuasa dunia pada abad Ketujuh M. Daerah-daerah Mesir, Palestina, Suriah dan Irak silih berganti mereka kuasai. Pada zaman lahirnya Islam, daerah-daerah itu berada di bawah kekuasaan Bizantium.
Kondisi sosial politik internal wilayah Arabia di masa jahiliyah menjelang kedatangan Islam pada dasarnya terpecah-pecah, tidak mengenal kepemimpinan sentral atau persatuan. Kepemimpinan politik didasarkan pada suku-suku guna mempertahankan diri dari serangan suku-suku lain. Ikatan-ikatan sosial dibuat berdasarkan hubungan darah dan mempertahankan diri. Kondisi demikian melahirkan sikap politik yang kuat adalah yang menang. Inilah yang ditentang oleh Islam dengan lahirnya kepemimpinan Muhammad Saw.

Islam Sebagai Adikuasa Dunia
1. Adikuasa Pada Masa Rasulullah dan Khulafa Al-Rasyidin
Tahun Islam dimulai dengan Hijrah Nabi Muhammad Saw. dari Mekkah ke Madinah di tahun 622 M. Di Mekkah terdapat kekuasaan kaum Quraisy yang kuat dan yang ada pada waktu itu belum dapat dipatahkan Islam. Di Madinah sebaliknya tidak terdapat kekuasaan yang sama dengan di Mekkah. Baru setelah Nabi Muhammad memegang kekuasaan sebagai kepala negara, Islam lebih mudah dapat disebarkan ke seluruh semenanjung Arabiah.
Pada periode Madinah langkah Rasulullah yang pertama adalah mendirikan masjid kemudian menciptakan persaudaraan nyata antara orang Islam Mekkah dan Madinah. Persaudaraan ini dimaksudkan untuk mempererat persaudaraan dan menghilangkan permusuhan antara suku-suku yang ada. Hitti menggambarkan Madinah pada saat itu sebagai miniatur dunia Islam. Watt menambahkan bahwa Nabi Muhammad telah menciptakan situasi baru dengan menghilangkan atau memperkecil pertentanga dan permusuhan antara- suku-suku.
Sebelum Nabi Muhammad wafat di tahun 632 M. Beliau melakukan ekspansi, Seluruh semenanjung Arabia telah tunduk ke bawah kekuasaan Islam. Ekspansi ke daerah-daerah di luar Arabia di mulai di zaman Khalifah pertama, Abu Bakar al-Siddiq. Beliau juga melakukan ekspansi ke Suriah dengan mengirim utusan kepada Raja Ghassan di Suriah, tetapi utusan itu dibunuh oleh tentara Bizantium yang ada di daerah itu. Sebagai balasan terhadap peristiwa ini, Nabi mengirim tentara untuk memukul tentara Bizantium. Peperangan yang terjadi pada masa Nabi dilanjutkan pada masa Umar Ibn Khattab.
2. Adikuasa Pada Masa Khulafa Al-Rasyidin
Sesudah Abu Bakar menumpas habis para pemberontak dalam negeri, lalu ia mengalihkan perhatiannya untuk memperkuat perbatasan dengan Persia dan Bizantium yang akhirnya yang menjurus kepada serangkaian peperangan melawan kedua adikuasa dunia itu yaitu Persia dan Bizantium.
Untuk mengahadapi kedua adikuasa dunia itu, Abu Bakar mengirim Musanna dan Khalid Ibn Walid sebagai pimpinan untuk menaklukkan Hirah, sebuah kerajaan yang menyatakan kesetiaannya kepada Raja Persia. Sedangkan untuk menghadapi adikuasa Bizantium beliau mengirim empat orang panglima yaitu Abu Ubaidah, Yazid Ibn Abi Sufyan, Amr Ibn As dan syurabil ke Suriah suatu negara di utara Arab yang dikuasai Romawi timur (Bizantium)
Ketika pasukan Islam sedang mengancam Palestina, Irak, dan Kerajaan Hirrah, dan telah meraih beberapa kemenangan yang dapat menjadikan Islam sebagai Adikuasa dunia pada saat itu, Khalifah Abu Bakar meninggal dunia pada tahun 634 M.
Peperangan yang terjadi dengan Imperium Bizantium pada masa Nabi dan Abu Bakar dilanjutkan oleh Khalifah Umar Ibn Khattab. Tentara dikirim memukul kekuatan Bizantium di Palestina dan jatuh ke tangan Islam pada tahun 634 M, kota Damaskus jatuh pada tahun 635 dan setahun kemudian, setelah tentara Bizantium kalah di pertempuran Yarmuk, daerah Suriah jatuh ke bawah kekuasaan Islam. Dengan memakai Suriah sebagai basis. Ekspansi diteruskan ke Mesir dan jatuh pada tahun 640 M. Kemudian tentara Bizantium di Heliopolis di kalahkan dan Alexandria menyerah di tahun 641 M. dan Irak jatuh pada tahun 637 M. dari sana serangan dilanjutkan Ke Madain ibu kota Persia dan dikuasai pada tahun itu juga. Peperangan-peperangan itu membuat khalifah Umar Ibn Khattab menguasai seluruh Persia dan Daerah-Daerah Bizantium yaitu Palestina, Damaskus, Suriah, dan Mesir.
Dengan dikuasainya daerah tersebut, Persia sebagai adikuasa dunia telah tidak ada lagi dan kedudukannya telah digantikan oleh Negara Madinah. Negara Madinah yang telah menjadi imperium atau adikuasa yang berada dalam keadaan perang Bizantium sebagai adikuasa kedua.
Pada masa Usman dan Ali, dikalangan umat Islam telah terjadi perpecahan dan kekacauan sehingga ekspansi besar-besaran baru dilakukan pada masa Bani Umayyah.
3. Adikuasa Pada Masa Bani Umayyah
Pada zaman Bani Umayyah peperangan dengan Bizantium dilanjutkan dan daerah kekuasan Islam diperluas. Perluasan yang dilakukan pada masa Bani Umayyah meliputi tiga wilayah yaitu, Wilayah pertempuran melawan bangsa Romawi di Asia kecil, sampai pengempungan terhadap kota Constantinopel dan penyerangan terhadap pulau di Laut Tengah. Wilayah Afrika Utara meluas sampai ke pantai Atlantik, Selat Jabal Tarik dan Sampai Ke Spanyol. Dan Wilayah Timur diperluas ke daerah Sungai Jihun dan daerah Sind
Pada masa ini terkenal sebagai suatu era agresif, dimana perhatian tertumpu kepada usaha perluasan wilayah dan penaklukan yang terhenti sejak zaman kedua khulafa al-Rasyidin terakhir. Dalam jangka waktu 90 tahun, banyak bangsa di berbagai penjuru dunia beramai-ramai masuk ke dalam kekuasaan Islam, yang meliputi Spanyol, seluruh Afrika utara, Jazirah Arab, Suriah, Palestina, Irak Persia, Afganistan, India dan negeri-
negeri yang sekarang dinamakan Uzbekistan, yang termasuk Sovyet Rusia. Dengan perluasan daerah-daerah tersebut, Bani Umayyah menjadikan Islam sebagai adikuasa yang lebih besar dari Bizantium.
Demikianlah ekspansi yang dilakukan oleh Bani Umayyah. Kekuasan dan kejayaan Islam sebagai adikuasa dunia pada masa Bani Umayyah dicapai pada masa Al-Walid I dan sesudah itu kekuasaan mereka menurun sehingga akhirnya dipatahkan oleh Bani Abbasiyah di tahun 750.
4. Adikuasa Pada Masa Bani Abbasiyah.
Ketika Bani Umayyah jatuh pada tahun 750 M. adikuasa Islam dilanjutkan oleh Bani Abbasiyah yang dapat berkuasa sampai tahun 1258 M. Pada masa ini, merupakan puncak dari pada adikuasa (kekuasan) Islam dan telah menjadikan Islam sebagai negara besar. Timbul persatuan berbagai bangsa dibawah naungan Islam dengan bahasa Arab, kebudayaan, serta peradaban Islam menjadi peradaban baru.
Peradaban Islam berkembang mulai dari Spanyol di Barat sampai di India di timur serta mulai dari Sudan di selatan sampai di kaukaus di utara. Walaupun unsur-unsur berbeda sumber : Bidang ilmu pengetahuan dari Yunani, Arsitektur dari Bizantium, Adminstrasi dan sastra dari Persia, Mistik dari India, namun semuanya dibingkai dalam bahasa Arab dan nilai-nilai al-Qur’an sebagai pengikatnya. Di samping itu umat Islam menghargai akal yang dianugrahkan Allah serta ajaran Nabi Muhammad Saw. untuk mencari dan mengembangkan ilmu, sehingga berkembanglah ilmu pengetahuan Islam yang mencapai puncaknya pada masa ini.
Berbeda halnya dengan Bani Umayyah, Pada masa ini Bani Abbasiyah memberi corak baru kepada adikuasa Islam, yakni mereka melakukan hubungan kontak dengan peradaban Yunani yang ada di Mesir, Suriah dan Irak sehingga membuat ulama Islam mempelajari Filsafat dan sains Yunani dan timbullah peradaban Islam yang tiada taranya dari abad ke delapan sampai abad ketiga blas. Muncullah filosof Islam seperti Al-kindi, Al-Farabi, Ibn Sina, Ibn Miskawahi dan Ibn Rusyd. Ulama-Ulama sains seperti Al-Farabi, Al-Farghani, dan Al-Biruni. Dalam bidang astronomi, Ibnu Sina dan Ibn Rusyd dalam bidang kedokteran, Al-Thusi, Umar Al-Khayyam dalam bidang Mati-Matika dan masih banyak lagi yang lain dalam bidang sains.
Di samping sains dan filsafat, pemikiran rasional juga dikembangkan pada saat itu, sehingga melahirkan pemikiran dibidang agama misalnya dalam bidang fiqih, timbul pemikiran Imam Abu Hanifah, Imam Malik Ibn Anas, Imam As-Syafi’ dan Imam Hambal. Dalam Ilmu Aqidah timbul pemikiran Wasil Ibn Atha, Al-Asy’ari dan Al-Maturidy. Dalam bidang Tafsir, Al-Thabari, Al-Zamakhsyari. Dalam bidang Hadits, Imam Bukhari, Imam Muslim Dan dalam bidang tasawuf lahir pemikiran Rabi’ah Al-Adawiyah, Yazid Al-Bustani, Al-Hallaj dan Ibn Arabi.
Seiring dengan memuncaknya peradaban Islam dalam bidang ilmu pengetahuan, bersamaan dengan itu kondisi di luar Islam terutama Eropa sedang mengalami masa kegelapan. Pada abad XI Eropa mulai menyadari adanya peradaban Islam yang tinggi di timur, maka mereka berusaha untuk mengambilnya. Orang-orang Eropa banyak yang belajar bahasa Arab, sains dan filsafat di Bagdad, sehingga ketika mereka menguasai bahasa Arab, sains dan filsafat, buku-buku bahasa Arab diterjemahkan dan dikembangkan di Eropa. Inilah yang menyebabkan timbulnya renaissance Eropa yang kemudian membawa kemajuan dan peradaban Barat sekarang ini.
Ketika Eropa bangkit dari ketertinggalannya, sebaliknya Islam mengalami kemunduran. Kemunduran itu terjadi ketika umat Islam mengalami penyerbuan dari timur dan dari barat. Dari timur Baghdad diserbu Hulagu Khan pada tahun 1258 M. Di Barat Toledo jatuh 1085, Cordova menyusul tahun 1236, selanjutnya Sevilla tahun 1248. Setelah beberapa daerah tersebut di atas dijatuhkan oleh barat, maka tidak ada lagi adikuasa Islam di dunia pada saat itu, dan yang tinggal adalah sultan-sultan yang menguasai daerah masing-masing di Spanyol, Afrika Utara, Mesir, Asia Barat dan Asia Tengah.
Namun pada abad XVI M, muncul tiga adikuasa baru, yaitu Kerajaan Turki Usmani berpusat di Istanbul, Kerjaan Safawi di Persia dan Kerajaan Mughal di India.
Kerajaan Turki Usmani meluaskan daerah kekuasaanya sampai di Eropa timur, Asia kecil, Asia Barat dan Afrika Utara. Kerajaan Safawi menguasai Persia dan Kerajaan Mughal menguasai India. Ketiga kerajaan inilah merupakan adikuasa dunia pada zaman itu.
Pada masa berkuasanya ketiga kerajaan di atas, telah berkembang pemikiran tradisional sebagai ganti pemikiran rasional yang berkembang sebelumnya. Sains dan filsafat hilang dari dunia Islam, Ulama dan umat hanya berorientasi akhirat. Ilmu-Ilmu agama tidak berkembang akibat pintu ijtihad ditutup. Ulama mengembangkan sikap taklid, dan terjadinya penyimpangan akidah dalam berbagai bentuk Ilmu pengetahuan dalam keadaan stagnasi, tareket-tarekat diliputi oleh khurafat, dan umat Islam diliputi oleh sikap fatalis.
Inilah beberapa hal yang menyebabkan Islam mengalami kemunduran dan tidak menjadi adikuasa dunia lagi. Pemikiran Filosofis dan sains yang diambil orang Eropa dari Islam , mereka kembangkan dan abad XVI M. masuklah Eropa ke zaman modern dan menjadikan Eropa sebagai adikuasa Dunia sampai sekarang ini.
Download Makalah lengkapnya...
Reactions:

0 comments:

Posting Komentar

Silahkan titip komentar anda..