24 November, 2007

Kehancuran Dunia Islam oleh Timur Lenk

Sejarah telah mencatat bahwa umat Islam pernah mencapai kejayaan, khususnya pada masa pemerintahan Daulah Bani Abbasiyah. Tingkat kemakmuran umat Islam yang paling tinggi terwujud pada zaman ini, kesejahteraan sosial, kesehatan, pendidikan, ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan kesusastraan berada pada zaman keemasannya.
Popularitas Daulah Abbasiyah mencapai puncaknya di zaman Harun al-Rasyid (786-809 M) dan putranya al-Ma'mun (813-833 M ), kedua khalifah ini banyak membangun peradaban Islam.
Kota Baghdad merupakan pusat kekuasaan (pemerintahan) dan pusat administrasi Daulah Bani Abbasiyah sejak masa pemerintahan al-Mansur, dari kota inilah memancar syi'ar kebudayaan dan peradaban Islam ke seluruh dunia.
Namun, semua kehebatan kota Baghdad yang dibangun oleh khalifah masa Bani Abbasiyah sekarang hanya tinggal kenangan setelah kota ini dibumihanguskan oleh tentara Mongol, semua bangunan kota termasuk istana emas dihancurkan. Mereka juga meruntuhkan kepustakaan yang merupakan gudang ilmu pengetahuan dan membakar buku-buku yang terdapat di dalamnya.

Pada masa Dinasti Ilkhan sebagai sebuah kerajaan besar mulai memudar, karena terpecah-pecah menjadi beberapa kerajaan kecil, perpecahan itu terjadi akibat dari kemelut dalam negeri. Kemelut itu sendiri terjadi, pertama, adanya perebutan kekuasaan antara raja dan wazir, kedua, adanya beberapa pemberontakan yang dilakukan oleh para amir yang ingin melepaskan diri dari kekuasaan pemerintah pusat. Sementara pemerintah pusat sendiri dalam keadaan lemah. Keadaan seperti itu berlangsung sampai datangnya Timur Lenk dari Transoxania, membantai habis kerajaan kecil dan meletakkannya di bawah kekuasaannya.
Timur Lenk tampil di panggung sejarah dengan tabiat yang sangat bengis, ganas dan kejam. Ia membantai penduduk banyak tanpa perikemanusiaan. Kedatangannya ke daerah-daerah pasti membawa kehancuran.

Catatan: download makalah lengkapnya...
Reactions:

0 comments:

Posting Komentar

Silahkan titip komentar anda..