13 November, 2011

AL-MUHKAM WA AL-MUTASYABIH

Pada perkembangannya, masalah muhkam dan mutasyabih telah menjadi wilayah diskursus ambiguitas dan distingsi dan merupakan karakteristik teks yang paling penting dalam kajian-kajian kritis kontemporer, sebab yang membedakan antara teks yang berwatak murni informatif dengan teks sastra terletak pada kemampuan teks sastra menciptakan sistem semantiknya yang unik di tengah sistem semantik umum pada kebudayaan yang relevan dengan teks itu sendiri.
Al-Qur’an sebagai bahasa Tuhan sekaligus bahasa agama diakui oleh setiap orang beriman sebagai petunjuk, hidayah, dan mukjizat yang pada dasarnya datang untuk berdialog dengan setiap umat yang ditemuinya. Kajian ini menjadi postulat mendasar yang pada akhirnya menimbulkan tanda tanya: "Mengapa ada ayat mutasyabihat yang sulit dipahami, padahal Al-Qur’an diturunkan untuk menjadi petunjuk bagi umat manusia, dan bukankah akan mudah dipahami jika semua ayat itu muhkamat" ?


Rumusan Masalah

Sesuai konteks pemahaman di atas, maka ada beberapa masalah penting yang dapat dikaji dalam permasalahan yang diangkat oleh pemakalah, yang rumusan masalahnya sebagai berikut:
1.Apa sesungguhnya yang dimaksud dengan muhkam mutasy±bih ?
2.Bagaimana muhkam mutasy±bih dalam persfektif al-Qur’an ?
3.Bagaiman pembagian mutasy±bih serta pandangan ulama terhadap al-Qur’an ?
4.Apa saja kriteria mutasy±bih ?
5.Hikmah adanya ayat-ayat mutasy±bih ?

Catatan:
Makalah di atas belum lengkap, maka Download Makalah selengkapnya....
Reactions:

0 comments:

Posting Komentar

Silahkan titip komentar anda..