05 Juni, 2014

Bisa Baca Al-Qur'an itu tak Perlu lagi mulai 2014

Berawal dari keluh kesah guru-guru SMA di Sape dan Lambu, mengatakan betapa menurunnya kualitas baca al-Qur'an calon siswa baru di tahun ini. Dikatakan masih syukur apabila anak itu mengenal huruf (hijaiyyah), ironis memang, bahkan mayoritas calon siswa tak mengenal huruf.

Huruf saja mereka tak kenal, lalu bagaimana bisa mengaji (membaca al-Qur'an)?.

Semua sekolah tingkat SMA di wilayah Sape dan Lambu melakukan tes membaca al-Qur'an sebagai syarat kelulusan Penerimaan Siswa Baru (PSB) terutama SMA berstatus Negeri. Untuk Sekolah SMA swasta ada yang mengadakan sebagai syarat dan ada pula hanya sekedar formalitas.

SMA Negeri 1 Sape misalnya, telah mengurangi standar kelulusan tes mengaji dari lancar menjadi bisa. artinya, kalau selama ini yang dapat diterima atau dinyatakan lulus hanyalah siswa yang lancar dalam membaca al-Qur'an namun tahun 2014 ini cukup bisa saja, itupun kriteria bisa-nya masih bervariatif tergantung penguji.

Kenapa standar kelulusan tes ngaji diturunkan? jawaban singkatnya adalah berarti yang lulus atau yang menjadi siswa baru hanyalah 10 orang saja. ironis memang...

Apalah arti program pemerintah "Membumikan al_Qur'an". Kemana TPA dan TPQ?...
Kemana para orang tua? sibuk apa saja kalian...?

Bagaimana bisa memahami al-Qur'an dan kitab-kitab agama bila mengaji saja tak bisa? belum lagi berbicara pengamalan, memahamilah dulu... kasihan generasi muda... generasi yang akan membawa negara dan agama ini 10 tahun atau 20 tahun kedepan.


Reactions:

0 comments:

Posting Komentar

Silahkan titip komentar anda..